Minggu, 28 Desember 2014

Pundi Kesabaran

Saya mengalami tahun yang sangat berat namun penuh makna dan pelajaran di 2014.

Namun saya bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Allah membukakan mata bersama siapa saya sebenarnya hidup selama ini. Dan di lingkungan seperti apa yang saya jalani.

Saya dulu begitu membanggakan teman teman saya, lingkungan saya, profesi saya, masa lalu saya, namun semua itu lah yang menyebabkan kehancuran diri saya secara mental dan spiritual.

Ada masanya ketika saya begitu membenci mereka, hati yang begitu geram. Otak yang slalu berpikir untuk membalas. Namun. Seperti postingan yang sebelumnya. Saya memutuskan untuk memaafkan mereka.
Sabar merupakan hal kedua setelah memaafkan. Sabar dari hati dan pikiran.

Saya hanya bisa berdoa. Supaya mereka menghentikan perbuatan buruk mereka. Bukan hanya untuk saya namun untuk mereka sendiri. Jangan sampai mereka tenggelam dalam dosa yang mereka gak sadar telah perbuat.

Saya berusaha untuk tidak memasukkan kedalam hati. Hati saya hanya untuk hal hal positif. Hati saya hanya untuk rasa bahagia. Maka ketika moment negatif datang. Saya perbanyak istigfar dan duduk membaca Al Quran.

Hati saya terus mengulang, sabar.. Sabar.. Sabar.
"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik" (QS. Al Muzzamil :10)
"Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya) " (QS. Qaaf : 39)
Saya percaya, dan saya yakin bahwa kesabaran saya akan dibalas dengan sesuatu yang jauh lebih indah nantinya. Dan balasan Allah akan jauh lebih hebat dibandingkan apa yang saya bayangkan.
Seperti pundi tabungan, ketika saatnya kita berhak mengambil apa yang telah kita tabung selama ini, rasanya pasti sungguh menyenangkan.
“Sungguh akan dibayar upah (pahala) orang-orang yang sabar dengan tiada batas hitungan.” (Q.S. Az-Zumar 10)
Kemudian kesabaran saya juga di uji dalam menunggu bantuanNya. Terkadang kita sebagai manusia ingin sekali mendapatkan bantuan secara instan. Jujur saya pun masih suka mengharap seperti itu. Namun, kembali lagi bahwa saya harus bisa melewati ujian ini.
Mungkin saja ujiannya bukan soal berbagai kesusahan duniawi. Namun apakah saya bisa sabar dan bersyukur dalam menjalani semua.
" Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk" (QS. Al Baqaroh : 45 )

"Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur" (QS. Asy syuura : 33)
Dalam Al Quran begitu banyat surat yang berhubungan dengan kesabaran. Mungkin ujian terberat manusia adalah sabar. Dan saya termasuk orang yang beruntung mendapatkan kesempatan mengalaminya.
Mengingat dosa saya yang begitu besar dimasa lalu dan melihat janji Allah kepada orang orang yang bersabar, rasanya tidak salah jika saya mengucap syukur Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar