Sebelumnya, bagi saya, tahun ini bukanlah tahun yang baik bagi saya. Begitu cobaan, teguran atau mungkin hukuman Allah datang bertubi tubi.
Berbulan bulan saya mengeluh dan meratapi hidup kenapa begini dan mengapa begitu. Mengapa Allah begitu tega pada saya. Mengapa Allah gak menjawab doa saya. Dan seterusnya. Semua terkesan menyalahkan. Penuh prasangka buruk. Keputusasaan dan rasa kecewa yang menyelimuti.
Namun, tadi malam ketika saya selesai menjalankan sholat Isya, saya merasa.. Dosa saya yang begitu besar sehingga semua ini terjadi. Bagaimana doa saya dikabulkan jika saya sendiri belum memahami apa yang sebenarnya ingin di ajarkan pada saya.
Kemudian saya duduk bersila, mematikan lampu dan menutup mata. Masih dalam memakai mungkena saya mencoba menenangkan diri, merenung dan berpikir dengan hati.
Ketika Allah belum mengabulkan doa saya, bukan karna Ia tidak mendengar, namun Ia menunggu saya berubah menjadi lebih baik.
Siapa yang jamin saya tidak kembali lagi melakukan dosa ketika semua masalah saya terlewati.
Saya masih suka lupa akan Allah ketika lagi senang.
Gak kerasa air mata pun mengalir, kali in bukan tangisan minta bantuan yang biasanya terjadi ketika saya sholat, namun air mata penuh rasa malu. Ya Allah.. Saya begitu berdosa.
Bisa bisanya saya "memaksa" Allah mengabulkan doa saya, menolong saya, sedangkan saya masih tidak tau diri.
Di umur saya yang tidak muda ini. Saya gak pernah bersyukur. Iya. Bersyukur yang sebenarnya. Syukur dari hati. Syukur yang mengalir diseluruh nadi.
Siapapun yang membaca tulisan ini pasti pernah dan sering mengucap Alhamdulillah namun seringkah kita benar benar mengucap hingga keseluruh jiwa dan raga?
Dibalik semua kesusahan saya, selama bertahun tahun ini yang kemudian mengalami pucaknya di tahun ini, saya tidak pernah sekalipun melihat sisi positif dan bersyukur karenanya.
Saya lupa, saya masih di kasih kesempatan untuk hidup. Nafas yang begitu lancar. Badan yang sehat. Otak yang masih bekerja dengan baik.
Saya tidak melihat, betapa besar rahmat karunia yang di berikan pada saya ketika masalah ini terjadi.
Saya bisa mendekatkan diri pada Allah SWT.
Jadi mengapa saya bisa berkata kalau tahun ini bukan tahun yang baik ? Malah sebaliknya. Ini adalah tahun terbaik selama saya hidup. Saya bisa mengaji, saya sholat. Dan saya mendapatkan hidayah semalam.
“…Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS Ar Ra'd : 11 )
Masalah yang terjadi sekarang adalah murni karna kesalahan saya. Saya yang menciptakan neraka dunia. Jika tidak dibersihkan akarnya. Masalah itu gak akan pernah ada habisnya. Akan ada terus dengan berbagai situasi dan kondisi.
Maka, saya pun merubah niat hidup saya. Merubah doa saya. Tidak hanya terfokus pada mohon bantuan terhadap masalah yang saya hadapi.
Saya berdoa, semoga dijadikan umat yang bersih dari dosa, dijauhkan dari godaan duniawi, dimasukkan kedalam golongan yang di beri rahmat dan hidayah. Diberikan jalan yang benar, jalan yang lurus. Jalan yang Allah berikan kepada orang orang yang Ia ridhoi, cintai.
Dengan begitu, semua masalah akan menjadi kecil. Karna ketika Allah sudah dekat, semua akan berjalan lebih baik. Dan itulah kunci kebahagiaan yang utama.
Saya sadar, tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Begitu pula dengan masalah saya. Namun saya percaya, apapun yang terjadi sekarang dan nantinya adalah jalan yang terbaik. Mungkin saat ini saya belum mengerti tapi sejalan dengan waktu, semua akan terbuka dengan cara yang indah.
Kemudian selanjutnya saya harus banyak belajar tentang sabar dan tawakal. Sabar menunggu saatnya tiba. Dan tawakal menjalani segalanya. Memang tidak senggampang pengucapannya, tapi saya kan mengejar cinta Allah, setidaknya dalan proses pembelajaran ini jiwa saya mungkin akan jauh lebih tenang.
“ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar ” (QS Ali Imran :146)Ps. Saya sengaja menulis ini tidak hanya untuk berbagi, tapi juga untuk mengingatkan saya betapa indahnya hidup saya. Alhamdulillah Ya Allah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar