“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213)Blog ini merupakan perjalanan saya dalam pembelajaran menjadi seorang muslim seutuhnya.
Pada tulisan awal di blog ini, saya mencoba merubah doa saya untuk tidak hanya memohon bantuan untuk masalah yang dihadapi namun juga memohon menjadikan saya seseorang yang Allah cintai.
Alhamdulillah, hari demi hari telah menjadikan saya pribadi yang lebih baik. Gak bermaksud memuji sendiri. Tapi saya benar benar merasakan perubahannya.
Menjadi rajin sholat dan lebih khusyu.
Dulu, sholat saya bukan blentang blentong lagi. Tapi tidak pernah saya lakukan. Disaat saya tertimpa musibah pun saya masih saja gak rajin. Masih suka entar entaran kalau denger adzan. Apalagi kalau di tv lagi ada film bagus. Masih suka matiin alarm , padahal niatnya mau sholat malam dan subuh. Melewatkan dhuha yang hakekatnya pembuka pintu rejeki.
Dulu, ketika sholat pikiran saya masih kemana mana. Mikirin masalah, mikirin mantan pacar bahkan mikirin hewan peliharaan udah makan apa belum. Hehe..
Dulu, males banget sholat sunah rawatib. Fardlu nya aja jarang. Apalagi sunahnya. Saya masih suka membenarkan diri dengan berkata "5 waktu nya dulu aja yang dibenerin, sunahnya nyusul"
Sekarang, Alhamdulillah sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Masih perlu banyak belajar. Tapi lumayan lah untuk seorang saya yang hina ini.
Ketika saya sedang berhalangan, saya ingin sekali cepat cepat selesai. Karna saya gak sabar untuk sujud lagi padaNya. Wah. Dulu mana pernah kepikiran seperti ini.
Al Qur'an adalah bacaan sehari hari.
Saya pernah khatam Al Qur'an, tapi waktu SD. Itupun sepertinya gak afdol karna saya masih suka curang dengan ngelompatin bacaan supaya mengejar teman teman saya.
Saat ini, saya menganggur dan lebih sering dirumah. Hal hal yang saya lakukan saat senggang (yang banyak itu) adalah mengaji dan membaca artinya.
Dulu, baca 1 lembar aja rasanya berat banget, tenggorokan terasa kering, mulut cape, punggung sakit, pantat panas. Sekarang Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan 1 juz dalam satu hari. Malah kalau lagi dalam keadaan galau gak karuan, saya bisa "gak sadar" tiba tiba membaca 1 juz langsung.
Jika di perhatikan di setiap tulisan saya, selalu disisipkan ayat ayat Al Qur'an. Karna saya baru menyadari, Al Qur'an itu begitu indah. Subhanallah. Sebuah ensiklopedia terdasyat di alam semesta. Semua jawaban dari segala masalah di muka bumi ada di dalamnya. Kenapa saya bisa melewatkan ilmu yang begitu tingginya selama ini.
Sholat dan membaca Al Qur'an memang tidak langsung menyelesaikan masalah. Namun merupakan penenang jiwa.
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)Ketenangan jiwa.
Beberapa bulan kemarin saya sempat tidak ingin hidup. Saya kecewa setiap saya membuka mata. Bangun pagi dalam keadaan mandi keringat karna ketakutan yang teramat besar.
Saat ini Alhamdulillah saya bangun dalam keadaan syukur. Berterima kasih masih di beri kesempatan hidup untuk berusaha dan mengejar peluang. Masih di beri kesempatan belajar tentang memaafkan, sabar dan ikhlas terhadap sesuatu.
Saya gak lagi grasak grusuk dan sibuk memikirkan sebab. Kalimat "Kenapa Ya Allah" sudah tidak pernah terucap. Karna saya sudah tau jawabannya. "Karena Allah ingin saya belajar".
Sedikit lebih pintar.
Waktu yang (banyak) senggang ini juga membuat saya tidak lepas dari smartphone. Dulu, saya disebut miss ring ring, karna selalu megang telpon. Ada aja bahan obrolan baik yang penting maupun basa basi.
Kali ini saya mungkin harus di anugrahi sebagai miss googling. Karna setiap waktu saya terus mencari informasi apapun tentang Islam. Saya sadar bahwa pengetahuan saya tentang agama sangatlah minim. Jangankan soal berapa surat yang saya hafal. Doa keluar rumah saja saya tidak tau.
Belakangan ini saya banyak belajar tentang hukum hukum islam. Ya dimulai yang berhubungan dengan masalah saya. Hutang piutang, lalu tentang tawakal, ikhtiar, kemudian lanjut tentang hukum wakaf, zakat, qurban, dst. Banyak sekali ilmu yang saya harus pelajari dan fahami. Saya jadi tau mana yang sebenarnya sunah atau tidak dianjurkan untuk aplikasi sehari hari.
Sebenarnya begitu banyak perubahan pada diri saya. Saya bersyukur diberi waktu untuk memperbaiki diri. Karna ketika saatnya tiba. Ketika terompet sangkakala ditiup. Saat udah ketok palu. Kesempatan itu akan sirna.
“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).