Jumat, 26 Desember 2014

Maaf

Maaf.
4 huruf.
Sedikit namun penuh makna.

Di dalam kehidupan ini ada kalanya memaafkan adalah satu satunya cara demi ketenangan hidup.

Saya memaafkan dengan sepenuh hati dan jiwa kepada semua orang yang telah menyakiti saya dan keluarga.

Mungkin di masa lalu saya memiliki berjuta juta dosa sehingga "dicolek" Allah dengan masalah ini. Masalah serta ujian dan juga cobaan yang mengajarkan saya menjadi pribadi yang lebih baik.
Kehidupan saya mungkin mundur. Jatuh dan terpuruk. Tapi saya yakin kemunduran ini seperti pegas yang akan melontarkan saya jauh kedepan.

(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali-Imran:134)

Ketika masalah ini terjadi, yang saya kejar adalah ke ridho an Allah semata. PerlindunganNya. BerkahNya. Dan RahmatNya. Saya berusaha menjadi umat yang akan di cintaiNya. Maka daripada itu saya berusaha menghilangkan perasaan duniawi ini. Perasaan sakit. Dan seluruh rasa negatif yang hanya akan membuat saya di kelilingi oleh nafsu. Nafsu untuk membenci, marah serta kecewa.

Saya pun memilih memaafkan.

Memaafkan mereka dan segala perbuatannya.
Memaafkan diri sendiri untuk segala kesalahan yang di ciptakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar