Rabu, 14 Januari 2015

Pantaskah ?

"Sebelum meminta pengabulan doa. Marilah sama sama berkaca. Sudah pantaskah kita mendapat bantuanNya ?"
Sedikit postingan tentang doa. Kalimat diatas tiba tiba terpikirkan oleh saya.

Kita yang masih belumur dosa.
Kita yang masih menjadikan Allah sebagai "transit". Datang di kala susah namun lupa dikala senang.
Kita yang masih malas malasan ketika mendengar adzanNya.
Kita yang masih secuil pahalanya.
Kita yang masih mengaku "Hamba Allah" namun masih saja melakukan hal hal yang Ia benci.

Mengapa kita tidak mencoba untuk memantaskan diri dulu. Ketika kita sudah pantas, segala ujian, cobaan dan semua permasalahan yang kita hadapi pasti akan terlewati. Tidak ada yang mustahil bagiNya. Tidak ada yang tidak mungkin di hadapanNya termasuk segala penyelesaian masalah dan jawaban atas doa.
"Dan Allah menyeru (manusia) ke Darusallam (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki kejalan yang lurus. (QS Yunus : 25)

Selasa, 13 Januari 2015

Menjadi Kontributor Japan Travel.

Siapa yang tidak kenal jepang. Negara yang bisa menghidupkan teknologi dan tradisional secara berdampingan. Anda bisa menemukan ciptaan canggih para ilmuan dan juga menikmati keindahan alam dan budaya turun temurun.

Saya menyukai budaya jepang sejak masih kecil. Dimulai dengan tergila gilanya dengan komik candy candy. Angkatan 90 an pasti faham maksud saya. Beranjak dewasa saya pun mengenal sushi dan tergila gila karenanya.

Begitu banyak tujuan pariwisata yang bisa anda kunjungi ketika berada di Jepang. Terkadang sayang rasanya bila ke sana menggunakan tour travel. Selain harga yang lumayan mahal, tidak semua travel mampu meng eksplore wilayah yang ingin dituju. Makanya banyak dari para travellers lebih menyukai berpergian secara mandiri atau backpaker.

Salah satu web menarik yang bisa anda kunjungi adalah japantravel . Jangan khawatir, karna web ini juga ada yang versi bahasa indonesia. Anda bisa mengetahui berbagai budaya dan pariwisata jepang dari sudut pandang kontributor yang berasal dari seluruh dunia dan tentu saja masyarakat lokal yang tinggal disana. Disini juga terdapat berbagai info dan tips dari penginapan, rumah makan, transportasi hingga peta wilayah. Semuanya akan membantu dan memudahkan perjalanan wisata anda. Selain itu, anda bisa saling berdiskusi didalam komunitas.

Anda pernah kejepang ? Sharinglah pengalaman anda di web ini. Daftarlah secara gratis dan isi semua informasi mengenai anda serta memasukkan  referral code 429C4F . Dan voila... Anda bisa berpartisipasi menjadi salah satu kontributor. Suatu hal yang membanggakan ketika melihat nama anda bisa ditulis sebagai author dan kontributor.

Anda belum pernah kejepang namun ingin tetap berpartisipasi ? Jangan sedih.. Anda dapat menjadi penerjemah. Daftar seperti yang saya tulis di atas. Ketika sudah login, silahkan mengupdate profile anda, akan terdapat beberapa pilihan bahasa yang bisa anda translate nantinya. Disebelah kiri dashboard akan ada tulisan "start a translation " Klik dan kemudian pilih artikel mana yang ingin anda translate. Terdapat ribuan artikel, foto dan video yang menunggu anda terjemahkan.

Keuntungan dari web ini, mereka memberikan bonus poin atas kerja keras anda. Baik sharing artikel, menerjemah bahkan walau hanya comment di tiap postingan. Poin poin tersebut bisa anda tukarkan dengan berbagai hadiah yang telah ditentukan. Jadi, jangan kaget bila poin anda ternyata bisa ditukar dengan trip ke jepang secara gratis. Menyenangkan bukan ?

Anda kesulitan ketika mempublish artikel atau menerjemahkan ? Atau melihat dashboardnya aja udah pusing? Tenang saja, ketika anda berhasil login. Anda akan mendapat email dari satu orang regional partner yang bertanggung jawab terhadap anda. Ia akan membantu menjawab semua pertanyaan dengan ramah. Poin plus lainnya yang anda dapatkan adalah.... Anda mendapat teman baru.

Seperti yang saya tulis di atas, anda bisa mengetahui Jepang dari sudut pandang yang berbeda. Ada banyak artikel, foto dan video dari berbagai sumber. Anda bisa melihat sisi lain dari pariwisata Jepang yang mungkin belum pernah terpublish sebelumnya.

Jadi, tunggu apa lagi ? Visit japantravel , login dan jadilah bagian dari mereka. Good luck!




Senin, 12 Januari 2015

Menghadapi Badai Kehidupan.

" Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain "
Pepatah ini memang ada benarnya. Anda tidak perlu hanya meratapi, namun bagaimana menikmati badai tersebut juga perlu di perhatikan. Menari saat hujan badai di tengah lapangan sama aja bunuh diri, atau kemudian setelahnya sakit karena masuk angin. Apa susahnya menikmati badai sambil meminum coklat panas di balik selimut hangat atau membaca buku. Maksud saya adalah, tidak perlu anda melawan alam semesta. Yang perlu anda lakukan adalah menerima dengan cara yang lebih baik untuk kedepannya.

Luapkan.

Anda bisa meluapkan segala kesedihan ketika beban masalah begitu menghimpit. Bercerita dengan teman terdekat atau menangis sendirian dikamar bisa mengurangi sedikit rasa sesak di dada. Curahkan semua perasaan anda tanpa harus di tahan hingga anda merasa lebih lega. Anda juga bisa menulis apa yang ada di pikiran anda saat ini. Namun, simpanlah tulisan tersebut didalam jurnal pribadi anda. Sosial media bukanlah diary. Curhatan anda bisa saja membawa efek negatif. Tidak semua orang berpikiran yang sama dan ikut bersedih bersama anda. Akan ada saja pihak yang tertawa diatas penderitaan anda. Daripada menambah masalah baru, lebih baik anda menjaga prilaku anda. Suatu hari anda bisa membaca kembali tulisan anda dan menertawakan sikap anda.

Akui.

Anda harus berani mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi banyak sedikitnya merupakan kesalahan anda. Kebodohan, keteledoran atau bahkan karma anda dimasa lalu bisa menjadi penyebabnya. Mengakui bukan bearti anda harus semakin terpuruk. Tetapi anda bisa mengurangi menyalahkan orang lain. Tidak ada gunanya membawa orang lain didalam permasalahan anda. Mungkin mereka memang terlibat, tetapi ini hidup anda. Anda tidak bisa mengharapkan orang lain merubah jalan hidup anda bila anda sendiri tidak menentukan bagaimana rutenya. Selalu ingat hal ini. Anda bertanggung jawab terhadap kualitas hidup anda sendiri. Ketika anda sukses, apakah anda mau mengakui bahwa kesuksesan anda adalah hasil jerih payah orang lain ? Pasti anda dengan lantang berkata tidak ? Lalu mengapa ketika jatuh, anda menarik orang lain untuk bersama anda ?

Hadapi.

Apa yang telah terjadi tidak bisa anda hentikan. Anda tidak bisa mengulang waktu. Hadapilah badai ini dengan ketegaran dan senyuman.
Permasalahan yang akan terjadi didalam kehidupan tidak hanya satu dua saja. Akan ada banyak badai yang harus anda lalui. Anda tidak bisa terus lari ketika masalah menerpa. Kedewasaan anda akan terus di uji.
Bicara memang lebih gampang, namun sama seperti anda, saya pun pernah berada di keadaan saat terpuruk dan berhasil melewatinya. Ketika anda sudah dapat mengambil pelajaran atas masalah yang terjadi, anda bisa mengetahui bagaimana anda menjalani hidup dimasa depan. Apa saja yang harus anda lakukan dan hindari sehingga kejadian ini tidak terulang.
Janganlah terlalu drama. Masih banyak orang yang menghadapi masalah yang jauh lebih berat dari anda. Seringlah melihat kebawah dan memperhatikan keadaan sekitar. Anda tidak sendiri.


Nikmati.

Nikmati segala proses nya. Sakitnya, luka nya, kesedihannya. Menikmati proses adalah jalan menuju ke ikhlasan. Menikmati bukan berarti hanya menunggu dan pasrah. Terus terusan meratapi dan menangisi ketidak beruntungan hidup anda tidak akan merubah keadaan. Anda hanya menjadi lebih stress dan lelah sendiri. Coba pikirkan berapa lama waktu yang anda habiskan untuk hal yang tidak berguna. Yang terjadi biarlah terjadi. Jalani saja dengan sabar. Jadikan semuanya pelajaran yang berharga di hidup anda. Cobalah lebih produktif. Roda selalu berputar. Kebahagiaan dan penderitaan tidak pernah abadi. Yakin saja bahwa badai kecil anda ini pasti berlalu sejalan dengan waktu.


Syukuri.

Selalu membiasakan melihat sisi positif dalam setiap keadaan. Anda mungkin belum menyadari bahwa banyak dari hidup anda yang bisa disyukuri. Anda terlilit hutang dan tidak ada lagi yang percaya untuk meminjamkan anda uang? Bagus. Ini tanda nya anda tidak menambah hutang dan beban anda. Anda di tinggal pasangan ? Bagus. Lebih baik anda di tinggalkan daripada hidup bersama namun penuh penderitaan.
Hidup ini hanya sementara, anda harus banyak bersyukur masih diberi nafas untuk tetap hidup dan mencari jalan keluar. Jangan sia siakan rejeki ini.

Sebenarnya telah banyak badai kecil yang telah anda hadapi dan lalui. Anda saja yang tidak sadar menjalaninya. Semua permasalahan di dunia masihlah dalam kategori kecil dan sudah pasti ada jalan keluarnya selama anda bisa melihat dengan hati bersih dan kepala dingin.

Maka daripada itu, cobalah sedikit bersantai dalam menghadapi badai ini. Jangan terlalu di pikirkan. Lupakan hal hal buruk dalam pikiran yang mungkin tidak akan terjadi. Lupakan hal hal yang telah menyakiti hati. Lupakan semuanya.
Yang perlu di ingat bahwa Allah selalu bersama anda, apapun yang terjadi semua akan berjalan sebagai mana mestinya sesuai dengan jalanNya. Dan itu sudah pasti untuk kebaikan anda dimasa depan. Percayalah.

Hidup Hanya Sementara.

Hidup hanya sementara.
Begitu pula rasa sakit dan penderitaan. Roda terus berputar. Hidup bukanlah seperti odong odong yang cuman goyang goyang di tempat. Hidup memang seperti roolercoster. Kadang menukik tajam kebawah namun sering pula naik ke atas. Seperti roolercoster, perjalanan naik kepuncak jauh lebih lambat di bandingkan terjun bebas kebawah.
Jadi semua tergantung kita, apakah kita bisa menikmati roolercoster tersebut atau tidak. Karna di nikmati atau tidak, kita sudah duduk disana.

Hidup hanya sementara.
Waktu kita di dunia tidaklah banyak untuk mengumpulkan pahala. Saya bukanlah sok alim. Namun saya manusia biasa yang diberi kesadaran oleh Allah betapa berdosanya saya.
Lebih dari seperempat abad saya berlumur dosa. Saya gak tau apakah saya masih bisa hidup besok,lusa, bulan depan, tahun depan, 10 tahun lagi.

Hidup hanya sementara.
Sayang sekali jika di penuhi dengan kekecewaan,kemarahan,iri dan dengki.
Saya sedang dalam proses menikmati setiap detik hidup saya. Melakukan hal hal yang saya suka. Menikmati setiap rejeki yang diberikan olehNya. Saya berharap apa yang saya lakukan ini bisa menjadi amal ibadah baik untuk saya pribadi maupun orang lain.

Hidup hanya sementara.
Kejarlah mimpi dan harapan setinggi tingginya.
Saya setiap hari berdoa supaya diberi rejeki yang sebesar besarnya agar dapat membantu membahagiakan orang lain. Allah menciptakan bumi beserta isinya yang begitu melimpah ruah agar dapat kita manfaatkan. Terus berusaha untuk mendapatkan kekayaan duniawi agar dapat menghasilkan kekayaan di akhirat nanti.

Hidup hanya sementara.
Bukan bearti tidak memanfaatkan umur yang hanya sedikit ini.
Saya mencoba menjadi manusia yang berguna bagi orang banyak. Ilmu,pengalaman, materi, apapun yang bisa menjadi manfaat bagi orang lain, maka berikanlah.
Saat ini mungkin saya belum begitu banyak berilmu. Namun, bukan bearti saya tidak bisa membagi sesuatu yang mungkin bisa berguna.

Jadi, apa yang bisa anda lakukan dalam mengisi hidup yang hanya sementara ini?

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut : 64)

Great Start For Januari.

Hai !

Apa kabar ? Bagaimana tahun baru anda ? Tahun telah berganti, saatnya melangkah maju. Melupakan yang telah lalu. Memulai tahun dengan optimisme yang tinggi.

Saat ini saya sangat percaya, apabila kita memulai tahun dengan yang buruk, maka kita akan mengalami hal yang buruk pula selama 365 hari kedepan. Ya ini memang hanya pendapat pribadi, karna pengalaman pribadi juga. Hehehe..
Maka karenanya, saya mencoba memulai tahun dengan berusaha melakukan hal yang baik. Hal baik yang paling mudah dilakukan adalah mengaji. Saya membuka lembaran baru ditahun 2015 dengan membaca ayat suci Al Quran. Rasanya tenang sekali, walau di luar sana bunyi petasan bersahut sahutan.

Seperti yang telah saya tulis di posting posting sebelumnya, 2014 adalah masa dimana saya di dorong kebawah. Sakitnya, lukanya dan pengalamannya tidak bisa terlupakan. Namun sebuah pelajaran dan perjalanan hidup yang begitu berharga. Dan saya bersyukur karenanya.

Di tahun yang baru ini, saya akan mengurangi curhat tentang permasalahan yang sedang saya alami. Saya mulai akan berbagi tentang pelajaran hidup baik yang saya alami sendiri maupun yang saya baca. Di bagian kanan blog ini ada beberapa web yang mungkin bisa anda kunjungi. Akan terus saya tambah apabila menemukan web yang menurut saya baik dan berguna.

Sebagai pengangguran. Saya menghabiskan waktu dirumah dengan banyak membaca dan menonton tv. Tentu saja program yang bermutu, bukan sinteron atau film india yang sedang booming belakangan ini. Actually saya senang berbagi cerita. Saya senang menulis. Blog ini sebenarnya blog ke dua saya. Namun karna satu dan lain hal yang memutuskan untuk menutup blog yang lama. 

Saya berharap blog ini bisa menjadikan sebuah referensi. Sebuah bacaan yang bisa menjadikan kita semua lebih baik kedepannya. Saya bukanlah Mario Teguh yang mampu memotivasi anda. Saya hanya berusaha berbagi apa yang saya suka, rasa dan ketahui dengan segala keterbatasaan ini.

Selamat menikmati.


Minggu, 28 Desember 2014

Perubahan.

“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213)
Blog ini merupakan perjalanan saya dalam pembelajaran menjadi seorang muslim seutuhnya.

Pada tulisan awal di blog ini, saya mencoba merubah doa saya untuk tidak hanya memohon bantuan untuk masalah yang dihadapi namun juga memohon menjadikan saya seseorang yang Allah cintai.

Alhamdulillah, hari demi hari telah menjadikan saya pribadi yang lebih baik. Gak bermaksud memuji sendiri. Tapi saya benar benar merasakan perubahannya.

Menjadi rajin sholat dan lebih khusyu.
Dulu, sholat saya bukan blentang blentong lagi. Tapi tidak pernah saya lakukan. Disaat saya tertimpa musibah pun saya masih saja gak rajin. Masih suka entar entaran kalau denger adzan. Apalagi kalau di tv lagi ada film bagus. Masih suka matiin alarm , padahal niatnya mau sholat malam dan subuh. Melewatkan dhuha yang hakekatnya pembuka pintu rejeki.

Dulu, ketika sholat pikiran saya masih kemana mana. Mikirin masalah, mikirin mantan pacar bahkan mikirin hewan peliharaan udah makan apa belum. Hehe..

Dulu, males banget sholat sunah rawatib. Fardlu nya aja jarang. Apalagi sunahnya. Saya masih suka membenarkan diri dengan berkata "5 waktu nya dulu aja yang dibenerin, sunahnya nyusul"

Sekarang, Alhamdulillah sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Masih perlu banyak belajar. Tapi lumayan lah untuk seorang saya yang hina ini.

Ketika saya sedang berhalangan, saya ingin sekali cepat cepat selesai. Karna saya gak sabar untuk sujud lagi padaNya. Wah. Dulu mana pernah kepikiran seperti ini.

Al Qur'an adalah bacaan sehari hari.
Saya pernah khatam Al Qur'an, tapi waktu SD. Itupun sepertinya gak afdol karna saya masih suka curang dengan ngelompatin bacaan supaya mengejar teman teman saya.
Saat ini, saya menganggur dan lebih sering dirumah. Hal hal yang saya lakukan saat senggang (yang banyak itu) adalah mengaji dan membaca artinya.

Dulu, baca 1 lembar aja rasanya berat banget, tenggorokan terasa kering, mulut cape, punggung sakit, pantat panas. Sekarang Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan 1 juz dalam satu hari. Malah kalau lagi dalam keadaan galau gak karuan, saya bisa "gak sadar" tiba tiba membaca 1 juz langsung.

Jika di perhatikan di setiap tulisan saya, selalu disisipkan ayat ayat Al Qur'an. Karna saya baru menyadari, Al Qur'an itu begitu indah. Subhanallah. Sebuah ensiklopedia terdasyat di alam semesta. Semua jawaban dari segala masalah di muka bumi ada di dalamnya. Kenapa saya bisa melewatkan ilmu yang begitu tingginya selama ini.

Sholat dan membaca Al Qur'an memang tidak langsung menyelesaikan masalah. Namun merupakan penenang jiwa.
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)
Ketenangan jiwa.
Beberapa bulan kemarin saya sempat tidak ingin hidup. Saya kecewa setiap saya membuka mata. Bangun pagi dalam keadaan mandi keringat karna ketakutan yang teramat besar.

Saat ini Alhamdulillah saya bangun dalam keadaan syukur. Berterima kasih masih di beri kesempatan hidup untuk berusaha dan mengejar peluang. Masih di beri kesempatan belajar tentang memaafkan, sabar dan ikhlas terhadap sesuatu.

Saya gak lagi grasak grusuk dan sibuk memikirkan sebab. Kalimat "Kenapa Ya Allah" sudah tidak pernah terucap. Karna saya sudah tau jawabannya. "Karena Allah ingin saya belajar".

Sedikit lebih pintar.
Waktu yang (banyak) senggang ini juga membuat saya tidak lepas dari smartphone. Dulu, saya disebut miss ring ring, karna selalu megang telpon. Ada aja bahan obrolan baik yang penting maupun basa basi.

Kali ini saya mungkin harus di anugrahi sebagai miss googling. Karna setiap waktu saya terus mencari informasi apapun tentang Islam. Saya sadar bahwa pengetahuan saya tentang agama sangatlah minim. Jangankan soal berapa surat yang saya hafal. Doa keluar rumah saja saya tidak tau.
Belakangan ini saya banyak belajar tentang hukum hukum islam. Ya dimulai yang berhubungan dengan masalah saya. Hutang piutang, lalu tentang tawakal, ikhtiar, kemudian lanjut tentang hukum wakaf, zakat, qurban, dst. Banyak sekali ilmu yang saya harus pelajari dan fahami. Saya jadi tau mana yang sebenarnya sunah atau tidak dianjurkan untuk aplikasi sehari hari.

Sebenarnya begitu banyak perubahan pada diri saya. Saya bersyukur diberi waktu untuk memperbaiki diri. Karna ketika saatnya tiba. Ketika terompet sangkakala ditiup. Saat udah ketok palu. Kesempatan itu akan sirna.
“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).

Pundi Kesabaran

Saya mengalami tahun yang sangat berat namun penuh makna dan pelajaran di 2014.

Namun saya bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Allah membukakan mata bersama siapa saya sebenarnya hidup selama ini. Dan di lingkungan seperti apa yang saya jalani.

Saya dulu begitu membanggakan teman teman saya, lingkungan saya, profesi saya, masa lalu saya, namun semua itu lah yang menyebabkan kehancuran diri saya secara mental dan spiritual.

Ada masanya ketika saya begitu membenci mereka, hati yang begitu geram. Otak yang slalu berpikir untuk membalas. Namun. Seperti postingan yang sebelumnya. Saya memutuskan untuk memaafkan mereka.
Sabar merupakan hal kedua setelah memaafkan. Sabar dari hati dan pikiran.

Saya hanya bisa berdoa. Supaya mereka menghentikan perbuatan buruk mereka. Bukan hanya untuk saya namun untuk mereka sendiri. Jangan sampai mereka tenggelam dalam dosa yang mereka gak sadar telah perbuat.

Saya berusaha untuk tidak memasukkan kedalam hati. Hati saya hanya untuk hal hal positif. Hati saya hanya untuk rasa bahagia. Maka ketika moment negatif datang. Saya perbanyak istigfar dan duduk membaca Al Quran.

Hati saya terus mengulang, sabar.. Sabar.. Sabar.
"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik" (QS. Al Muzzamil :10)
"Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya) " (QS. Qaaf : 39)
Saya percaya, dan saya yakin bahwa kesabaran saya akan dibalas dengan sesuatu yang jauh lebih indah nantinya. Dan balasan Allah akan jauh lebih hebat dibandingkan apa yang saya bayangkan.
Seperti pundi tabungan, ketika saatnya kita berhak mengambil apa yang telah kita tabung selama ini, rasanya pasti sungguh menyenangkan.
“Sungguh akan dibayar upah (pahala) orang-orang yang sabar dengan tiada batas hitungan.” (Q.S. Az-Zumar 10)
Kemudian kesabaran saya juga di uji dalam menunggu bantuanNya. Terkadang kita sebagai manusia ingin sekali mendapatkan bantuan secara instan. Jujur saya pun masih suka mengharap seperti itu. Namun, kembali lagi bahwa saya harus bisa melewati ujian ini.
Mungkin saja ujiannya bukan soal berbagai kesusahan duniawi. Namun apakah saya bisa sabar dan bersyukur dalam menjalani semua.
" Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk" (QS. Al Baqaroh : 45 )

"Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur" (QS. Asy syuura : 33)
Dalam Al Quran begitu banyat surat yang berhubungan dengan kesabaran. Mungkin ujian terberat manusia adalah sabar. Dan saya termasuk orang yang beruntung mendapatkan kesempatan mengalaminya.
Mengingat dosa saya yang begitu besar dimasa lalu dan melihat janji Allah kepada orang orang yang bersabar, rasanya tidak salah jika saya mengucap syukur Alhamdulillah.